Breaking

Rabu, 01 Agustus 2018

5 Emulator Android dari yang Terburuk sampai Terbaik


Industri perangkat mobile saat ini banyak digemari karena mobilitas perangkat yang bisa dibawa kapan saja dan dimana saja yang anda mau. Perkembangan ini tak luput dari perusahaan Google dengan Android dan Apple dengan IOS yang saling berkompetisi dan menjadi yang terbaik di bidang tersebut. Dengan munculnya kedua sistem operasi tersebut para developer baik dari industri game maupun aplikasi banyak memunculkan produk-produknya sehingga buat anda yang mungkin tidak mempunyai perangkat berbasis Android maupun IOS melewatkan banyak aplikasi maupun game-game bagus dan gratis. Dengan perkembangan seperti ini, tentunya orang-orang akan mencari cara lain agar bisa mengakses aplikasi tersebut, salah satunya dengan software untuk men-simulasi perangkat Android atau dikenal dengan Emulator.

Pada artikel kali ini saya akan membagikan pengalaman saya kepada anda ketika saya mencoba emulator-emulator yang saya sebutkan ini. Software seperti Android Studio tidak saya masukkan disini karena itu merupakan software yang berfokus untuk mengembangkan aplikasi Android serta Remix OS yang merupakan sistem operasi turunan Android dan tidak termasuk ke dalam emulator.
Saya mengurutkan Emulator dari Terberat sampai teringan, tetapi daftar saya disini berdasarkan pengalaman dan opini saya saat saya menggunakannya saat ini dan sewaktu-waktu mungkin berubah.

Bluestacks


Emulator yang satu ini dulunya adalah emulator termudah dan fleksibel yang pernah saya pakai. Mudahnya mengakses aplikasi dan game tanpa mendaftarkan email dan langsung bisa dipakai ketika kalian selesai instal emulator satu ini. Tetapi itu dulunya, sekarang emulator ini menjadi yang terberat karena terlalu banyak fitur-fitur yang tidak berguna atau berhubungan dengan simulasi dari aplikasi itu sendiri. Dengan banyaknya fitur sampah itu, aplikasi ini sering crash dan restart emulator terus menerus ketika saya sedang bermain game.

KoPlayer



Emulator kedua di daftar ini yaitu dari KoPlayer, Performa dari KoPlayer dan Nox sebenarnya tidak jauh berbeda, bahkan bisa saya katakan emulator ini adalah adik dari Nox yang dipisahkan dan dibesarkan dengan orang tua yang berbeda. Tetapi KoPlayer masih perlu diperbaiki, karena emulatornya yang cukup berat dan delay input beberapa detik yang kadang membuat kesal, emulator ini cukup bagus jika digunakan untuk aplikasi biasa atau game casual yang tidak kompetitif.

Nox


Setelah adiknya yang berada di posisi kedua,kakaknya menyusul di posisi ketiga dalam daftar ini. Emulator ini adalah yang paling populer diantara emulator android yang lain karena banyaknya tutorial di internet ataupun saran untuk memakai emulator satu ini. Emulator ini berjalan cukup bagus dan stabil bahkan jarang sekali crash dan restart ulang. Akan tetapi kekurangan emulator ini yaitu lamanya loading dan support aplikasi mobile di emulator. Saya tes dengan bermain PUBG Mobile menggunakan emulator satu ini, bahkan dengan koneksi yang bagus dan spesifikasi PC yang memadai akan terjadi lag yang ada pada emulator satu ini. Masalah lag pada emulator ini sangat menyebalkan terutama jika anda ingin bermain game kompetitif seperti PUBG Mobile dan Mobile Legends. Setelah saya coba dengan Mobile Legends, Semuanya berjalan dengan stabil sampai ketika akan loading masuk pertandingan, distu berharap cemas karena terkadang macet atau stuck di 50/55% pada emulator ini.

MEmu


Emulator yang ini hampir menduduki emlator teringan dan jarang ada masalah yang saya temui di emulator ini. Selain dari masalah macet loading emulator di 94%, emulator ini berjalan cukup baik untuk game kompetitif dan game online yang membutuhkan kecepatan. Emulator satu ini kalah dalam segi performa dari emulator teringan yang ada di daftar ini, tetapi untuk keseluruhannya emulator ini cukup bagus untuk dimainkan di game-game kasual,kompetitif dan aplikasi-aplikasi yang ada di Play Store.

MOMO atau LDPlayer


Emulator yang dulunya disebut MOMO ini berubah nama menjadi LDPlayer. Emulator Android ini adalah emulator teringan yang pernah saya pakai. Performa dari emulator ini bahkan hampir menyetarai kecepatan Android aslinya. Setelah selesai loading emulator ini, tunggu beberapa detik agar tidak terjadi lag atau masalah audio lainnya saat menggunakannya, setelah dirasa berjalan dengan baik. Sampai saat ini hanya terjadi satu masalah pada emulator ini yaitu loading screen emulator yang awal-awal saat anda memasangnya akan stuck sama seperti MEmu, tetapi itu bisa diatasi dengan Run as Administrator atau dengan update Microsoft Visual atau DirectX yang terbaru. Sampai saat ini saya menjalankannya tidak ada satu pun crash yang terjadi pada emulator ini serta Lag yang jarang sekali terjadi. Emulator ini cocok sekali untuk anda yang bermain game-game kompetitif Shooter ataupun MMO yang ada di Android.

Itu dia daftar emulator dari yang terburuk sampai yang terbaik yang telah saya coba. Untuk anda yang ingin mengunduh atau download emulator tersebut, emulator seperti NOX atau Bluestacks tentunya mempunyai banyak sekali tutorial yang ada di internet sehingga jika ada masalah lain bisa ditanya pada komunitasnya langsung,emulator seperti LDPlayer saat ini bahkan jarang sekali ada dalam tutorial Emualtor android yang ada di internet. Tetapi sampai saat ini LDPlayer menjadi emulator yang performanya ringan serta berjalan mulus setelah saya coba, untuk pemilihan emulator itu kembali ke anda sendiri, apakah anda ingin memakai emulator yang populer atau mempunyai performa yang bagus. Semoga artikel ini berguna bagi anda, dan jangan lupa tinggalkan komentar agar saran dari kalian bisa membantu perkembangan web ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar